Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Peran Pemerintah Desa dalam Menghadapi Perubahan Budaya Gotong Royong di Desa Hiligara Kecamatan Gunungsitoli Selatan Riska Ratna Putri Lase; Ayler Beniah Ndraha; Meiman Hidayat Waruwu; Robin Markus Putra Waruwu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1653

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pemerintah desa dalam mempertahankan budaya gotong royong di Desa Hiligara, Kecamatan Gunungsitoli Selatan, di tengah tantangan modernisasi, migrasi, serta perubahan sosial-ekonomi masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, di mana data primer diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder bersumber dari dokumen resmi desa serta literatur ilmiah terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah desa memiliki peran strategis sebagai fasilitator, motivator, dan penggerak utama dalam menjaga keberlangsungan gotong royong. Upaya yang dilakukan antara lain melalui musyawarah desa, pemberian insentif, pemanfaatan teknologi komunikasi, kolaborasi dengan tokoh adat, tokoh agama, serta integrasi kegiatan gotong royong dengan program pembangunan desa. Meskipun budaya gotong royong menghadapi tantangan berupa menurunnya partisipasi generasi muda, migrasi tenaga produktif, serta dominasi nilai individualistik, pemerintah desa mampu menerapkan strategi adaptif yang sejalan dengan teori perubahan sosial. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis pada kajian kepemimpinan partisipatif dan community development, serta implikasi praktis bagi penguatan kebijakan pembangunan berbasis budaya lokal. Dengan demikian, gotong royong tidak hanya menjadi warisan tradisi, tetapi juga instrumen pembangunan desa berkelanjutan yang relevan dalam menghadapi dinamika globalisasi.
Peran Pengawasan Kecamatan dalam Pengelolaan Dana Desa di Kecamatan Sawo Yupiter Telaumbanua; Ayler Beniah Ndraha; Robin Markus Putra Waruwu; Yamolala Zega
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1657

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran pengawasan kecamatan dalam pengelolaan dana desa di Kecamatan Sawo, Kabupaten Nias Utara. Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa memberikan kewenangan besar kepada desa dalam mengelola keuangan publik, namun hal ini sekaligus memunculkan tantangan akuntabilitas dan transparansi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, serta dianalisis secara interaktif menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaña. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawasan kecamatan dilaksanakan melalui pembinaan, monitoring, evaluasi, serta fasilitasi. Camat beserta aparatnya berperan aktif dalam mendampingi desa, memberikan bimbingan teknis, serta menelaah laporan pertanggungjawaban. Meski demikian, penelitian menemukan sejumlah hambatan berupa keterbatasan sumber daya manusia, keterlambatan pelaporan, minimnya partisipasi masyarakat, serta pengaruh politik lokal. Pengawasan yang dilakukan terbukti mampu meningkatkan kedisiplinan administrasi, transparansi, dan akuntabilitas, meskipun efektivitasnya belum optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan pengelolaan dana desa sangat bergantung pada kualitas pengawasan kecamatan yang bersifat kolaboratif, partisipatif, dan berkesinambungan. Dengan demikian, hasil kajian ini diharapkan dapat menjadi kontribusi nyata bagi perbaikan tata kelola keuangan desa serta peningkatan pembangunan masyarakat di wilayah pedesaan.
Analisis Efektivitas Kebijakan Tunjangan Risiko Tinggi Pada Peningkatan Kinerja Pegawai Di Kantor Pencarian Dan Pertolongan Kelas B Nias Hulu, Siskarlin; Delipiter Lase; Fatolosa Hulu; Robin Markus Putra Waruwu
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.11590

Abstract

Penelitian dilaksanakan di Kantor Pencarian Dan Pertolongan Kelas B, berdasarkan fenomena masalah peneliti menemukan di Kantor Pencarian Dan Pertolongan Kelas B Nias adanya kinerja pegawai belum memenuhi indikator kinerja. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui pelaksanaan kebijakan tunjangan risiko tinggi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias. Untuk mengetahui kebijakan tunjangan risiko tinggi di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias. Untuk menganalisis efektifitas kebijakan tunjangan risiko tinggi dalam meningkatkan kinerja pegawai di Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Nias. Pada penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Hasil penelitian ini, menemukan Kebijakan tunjangan risiko tinggi telah diimplementasikan sesuai tujuan untuk memberikan penghargaan dan motivasi kepada pegawai yang menghadapi risiko tinggi dalam pelaksanaan tugas SAR, kurangnya pemerataan pemahaman pegawai terhadap tujuan kebijakan, serta adanya perbedaan tingkat beban kerja di lapangan yang memengaruhi persepsi terhadap keadilan pemberian tunjangan. Kebijakan tunjangan risiko tinggi memberikan dampak positif terhadap kinerja pegawai, terutama dalam meningkatkan kesiapsiagaan
Analisis Peran Dinas UMKM Dalam Memberdayakan UMKM Di Kota Gunungsitoli Ediman Hulu; Ayler Beniah Ndraha; Fatolosa Hulu; Robin Markus Putra Waruwu
Arus Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 5 No 2: Agustus (2025)
Publisher : Arden Jaya Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57250/ajsh.v5i2.1551

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas UMKM dalam memberdayakan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Gunungsitoli. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini menggambarkan strategi, tantangan, serta dampak program pemberdayaan terhadap pelaku UMKM lokal. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas UMKM telah menjalankan berbagai program, antara lain pelatihan kewirausahaan, pendampingan manajemen usaha, fasilitasi perizinan, serta kerja sama dengan lembaga keuangan untuk mendukung akses permodalan. Program-program tersebut terbukti berkontribusi terhadap peningkatan kapasitas usaha, meskipun masih terdapat hambatan berupa keterbatasan anggaran, rendahnya literasi digital, dan akses informasi yang belum merata. Selain itu, tantangan administratif dalam pengajuan kredit serta keterbatasan sumber daya manusia menjadi faktor penghambat utama. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa peran Dinas UMKM di Kota Gunungsitoli sudah berdampak positif dalam memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat, namun masih diperlukan evaluasi berkelanjutan, perbaikan strategi komunikasi, serta sinergi lintas sektor agar pemberdayaan UMKM dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
IMPLEMENTASI FUNGSI PENGAWASAN DALAM MENINGKATKAN EFEKTIFITAS PELAYANAN ADMINISTRASI DI KANTOR KECAMATAN NAMOHALU ESIWA KABUPATEN NIAS UTARA Kurniaman Harefa; Eliagus Telaumbanua; Yamolala Zega; Robin Markus Putra Waruwu
Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL PUBLIKASI MANAJEMEN INFORMATIKA
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupumi.v5i2.7262

Abstract

This research aims to analyze the implementation of the supervisory function in improving the effectiveness of administrative services at the Namohalu Esiwa District Office, North Nias Regency. The research uses a qualitative descriptive approach with data collection techniques through interviews, observation and documentation. Informants consisted of district office leaders and staff. The research results show that the effectiveness of administrative services is not optimal, in terms of speed, accuracy, availability of information and clarity of procedures. The main weakness lies in the suboptimal supervision function, especially continuous and preventive supervision. Apart from that, limited human resources, infrastructure and minimal use of technology also affect service quality. This research concludes that strengthening the supervisory function that is integrated with work systems and information technology is very necessary to increase the effectiveness of administrative services.
ANALISIS PERAN KEPEMIMPINAN DALAM PENGELOLAAN BUDAYA ORGANISASI DI KANTOR KECAMATAN SIROMBU KABUPATEN NIAS BARAT Ivan Julius Hia; Palindungan Lahagu; Robin Markus Putra Waruwu; Serniati Zebua
Jurnal Publikasi Manajemen Informatika Vol. 5 No. 2 (2026): JURNAL PUBLIKASI MANAJEMEN INFORMATIKA
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jupumi.v5i2.7371

Abstract

This study aims to analyze the role of leadership in managing organizational culture at the Sirombu District Office, West Nias Regency. The research employed a descriptive qualitative approach, with data collected through interviews, observations, and documentation. The informants consisted of the Head of Sirombu District, structural officials, employees, and community members who were selected based on their involvement and understanding of the research object. The findings indicate that leadership plays a crucial role in developing organizational culture through open communication, exemplary behavior, motivation, guidance, and employee supervision. Effective leadership contributes to improving discipline, responsibility, teamwork, professionalism, and the quality of public services. However, the management of organizational culture still faces several challenges, including differences in employees’ mindsets, resistance to change, low discipline among some employees, limited facilities and infrastructure, and uneven employee participation in supporting organizational programs. To address these challenges, leaders have implemented various strategies, such as regular communication, personal coaching, persuasive and family-oriented approaches, performance evaluation, training programs, and employee motivation. The study also reveals that a positive organizational culture has a significant impact on improving public service quality, employee responsiveness, and community satisfaction. Therefore, strengthening organizational culture should be carried out continuously through enhanced communication, employee competency development, periodic evaluation, and the active involvement of all organizational members in achieving organizational goals.