Studi ini bertujuan untuk mengungkap makna seruan untuk bertindak untuk memboikot produk pro-Israel bagi konsumen dalam mempertimbangkan keputusan pembelian dan menjelaskan transformasi preferensi konsumen terhadap produk lokal sebagai tanggapan atas seruan boikot. Konflik Israel-Palestina yang berkepanjangan telah memicu gerakan boikot sebagai protes terhadap kebijakan yang dianggap tidak adil. Melalui pendekatan kualitatif dan analisis tematik, penelitian ini melibatkan wawancara terbuka dengan sembilan responden yang aktif dalam isu boikot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seruan boikot tidak hanya dipandang sebagai tindakan ekonomi, tetapi juga sebagai ekspresi solidaritas moral dan identitas agama. Responden menunjukkan peningkatan kesadaran akan asal-usul produk yang mereka konsumsi, serta beralih ke produk lokal sebagai alternatif. Namun, tantangan konsistensi pelaksanaan boikot masih ada, terutama terkait ketersediaan dan kemudahan produk. Studi ini menyimpulkan bahwa boikot dapat menjadi sarana perubahan sosial dan ekonomi yang signifikan, dengan dukungan untuk produk lokal sebagai kunci keberlanjutan gerakan ini.
Copyrights © 2025