Rendahnya literasi kesehatan masih menjadi tantangan bagi peserta pendidikan kesetaraan, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses informasi kesehatan. Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki potensi besar sebagai sarana edukasi kesehatan sekaligus keterampilan hidup berbasis kearifan lokal. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi kesehatan peserta pendidikan kesetaraan di SKB Kota Metro melalui pelatihan pembuatan jamu berbasis TOGA. Metode pelaksanaan meliputi tahapan pre-test, penyampaian materi, praktik pembuatan jamu, post-test, serta evaluasi dengan analisis deskriptif dan uji paired sample t-test. Sebanyak 31 peserta terlibat dalam kegiatan ini dengan rentang usia 14–22 tahun. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata dari 74,52 pada pre-test menjadi 82,90 pada post-test. Analisis paired sample t-test menghasilkan nilai t = 3,06 dan p = 0,005 (p 0,05), yang menandakan peningkatan literasi kesehatan signifikan secara statistik. Selain itu, observasi lapangan memperlihatkan antusiasme dan keterlibatan aktif peserta dalam praktik pembuatan jamu, dengan variasi peran antara peserta laki-laki dan perempuan. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan pengetahuan kesehatan, tetapi juga membekali peserta dengan keterampilan praktis yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha berbasis jamu tradisional. Dengan demikian, pelatihan jamu berbasis TOGA berkontribusi ganda, yaitu pada peningkatan literasi kesehatan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat. Ke depan, diperlukan tindak lanjut berupa program pendampingan berkelanjutan serta kolaborasi dengan pihak terkait agar manfaat kegiatan ini dapat terjaga dan diperluas
Copyrights © 2025