Pendidikan inklusi merupakan strategi penting dalam menciptakan layanan pendidikan yang setara, termasuk bagi anak berkebutuhan khusus (ABK). Namun demikian, penerapan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas inklusi kerap menemui tantangan karena karakteristik materi yang bersifat konseptual dan eksploratif. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi pendidikan inklusi dalam pembelajaran IPA di kelas reguler, khususnya terkait peran guru, proses pembelajaran, dan kendala yang dihadapi. Metode yang digunakan meliputi kegiatan penyadaran, pendampingan, observasi, wawancara, angket, dan analisis dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pembelajaran IPA di kelas inklusi tergolong baik, terutama dalam pelaksanaan dan interaksi sosial. Namun, kelemahan masih terlihat pada perencanaan pembelajaran dan pemahaman terhadap kebijakan inklusi. Peran aktif guru dan suasana kelas yang komunikatif menjadi faktor pendukung utama, sementara keterbatasan pelatihan, sarana prasarana, serta dukungan kebijakan menjadi hambatan yang perlu diatasi. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan strategi pembelajaran IPA yang lebih adaptif dan peningkatan kesadaran guru sebagai langkah untuk mendukung layanan pendidikan inklusi yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025