Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas air pada bekas pit tambang batubara di Desa Jangan-Jangan, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, guna mengidentifikasi potensi terbentuknya air asam tambang (AAT). Pengujian dilakukan terhadap parameter pH, TSS, TDS, DO, BOD, COD, serta kandungan logam Fe, Mn, dan Al menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai TSS, TDS, DO, Fe, Mn, dan Al masih berada di bawah ambang batas baku mutu sesuai PP RI No. 22 Tahun 2021. Namun, parameter BOD, COD, dan pH melebihi batas yang ditentukan. Kondisi tersebut mengindikasikan adanya potensi sedang terbentuknya AAT, karena tingginya nilai BOD dan COD mencerminkan kebutuhan oksigen yang besar untuk menguraikan zat organik yang pada prosesnya menghasilkan asam sulfat dan senyawa asam lainnya yang dapat menurunkan pH air. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan berkala dan upaya pengelolaan kualitas air pada kolam bekas tambang batubara untuk mencegah dampak lingkungan yang lebih serius
Copyrights © 2025