Penelitian ini membahas tentang perbandingan kebijakan luar negeri Indonesia di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Joko Widodo (Jokowi), dengan fokus pada dinamika regional ASEAN. Perbandingan ini berasal dari analisis pentingnya kerja sama internasional dan regional dalam menghadapi tantangan global, di mana Indonesia berperan proaktif sebagai pemimpin di ASEAN. Metodologi yang digunakan yaitu analisis kualitatif yang berisi penjelasan dan perbandingan pendekatan diplomasi yang dilakukan pada masa SBY dan Jokowi dalam pendekatan diplomasi dan peran Indonesia di ASEAN dengan mengkaji literatur yang relevan dan beberapa studi kasus. Hasil menunjukkan bahwa SBY menggunakan pendekatan multilateral dengan prinsip "thousand friends zero enemy" dan memprioritaskan hubungan baik dengan negara lain untuk meningkatkan posisi Indonesia di kancah internasional. Sebaliknya, Jokowi mengubah fokus diplomasi Indonesia dari multilateral menjadi bilateral dengan menekankan kerja sama yang berfokus pada kepentingan domestik dan pembangunan ekonomi. Perbedaan ini berdampak pada stabilitas kawasan dan peran Indonesia di ASEAN, dimana pendekatan SBY meningkatkan solidaritas ASEAN, sedangkan pendekatan Jokowi dapat melemahkan posisi Indonesia sebagai pemimpin regional.
Copyrights © 2025