Pemanfaatan mulsa plastik hitam perak telah dilaksanakan sebagai metode efektif dalam menanggulangi gulma pada lahan non-produktif di Desa Kranggan, Polanharjo, Klaten. Program Kerja KKN UNS 124 ini melibatkan petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) melalui kegiatan sosialisasi, pengolahan tanah, pemasangan mulsa, hingga penanaman bibit cabai. Bagian hitam mulsa berfungsi menghambat pertumbuhan gulma, sedangkan bagian perak memantulkan cahaya matahari sehingga menjaga suhu tanah tetap optimal. Program ini menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah, serta mendukung pertumbuhan cabai rawit. Meski demikian, masih terdapat kendala terkait ketersediaan mulsa dan pengelolaan limbah plastik pasca-pakai. Program ini menegaskan pentingnya pendekatan partisipatif, pendampingan teknis, serta inovasi berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas pertanian jangka panjang.
Copyrights © 2025