Elektrifikasi dapat dicapai salah satunya dengan menciptakan pembangkit listrik yang memanfaatkan energi terbarukan. Pemilihan pembangkit listrik didasarkan pada lokasi, tujuan pembangkitan, dan potensi lingkungan. Pada Desa Mekargalih terdapat kolam tambak yang keluaran airnya terbuang sia-sia. Berdasarkan hasil observasi tempat penelitian, debit air bernilai kecil yaitu di bawah 10 liter/detik namun masih bisa menghasilkan energi listrik, sehingga dipilih jenis pembangkit listrik tenaga pikohidro (PLTPH). Perancangan pikohidro yang tepat dapat dibuktikan keberhasilannya melalui pengujian. Berdasarkan pengujian tilt angle dengan sudut 20°, 25°, dan 30° diperoleh hasil terbaik yaitu sudut 20° dengan kecepatan turbin 218 m/s dan kecepatan generator 268,4 m/s dalam keadaan berbeban. Performa PLTPH dengan sudut terbaik mendapatkan hasil keluaran generator sebesar 12,13 V dan 0,16 A. Secara kesuluruhan sistem PLTPH bekerja dengan performa yang cukup baik dalam menjaga kestabilan tegangan meskipun terjadi peningkatan beban. Namun fluktuasi kecepatan pada turbin dan generator perlu dievaluasi lebih lanjut untuk memastikan efisiensi sistem. PLTPH pada penelitian ini memiliki keunggulan yaitu fleksibilitas case turbin untuk merubah tilt angle, dapat memutar turbin dengan debit dan head yang rendah, dan dapat memanfaatkan keluaran air tambak yang terbuang sia-sia. Harapannya PLTPH menjadi pembangkit off-grid yang bermanfaat bagi masyarakat dan mendukung elektrifikasi Indonesia.
Copyrights © 2025