Rendahnya kemampuan komunikasi matematis salah satunya disebabkan oleh model pembelajaran yang tidak secara aktif melibatkan siswa dalam proses belajar. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mampu mendorong keterlibatan aktif siswa, salah satunya adalah model Project Based Learning (PjBL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan PjBL dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis siswa. Pendekatan penelitian adalah kuantitatif dengan metode quasi experiment dan desain nonequivalent control group design. Menggunakan teknik sampling purposive kelas VII-C ditetapkan sebagai kelompok eksperimen dan kelas VII-D sebagai kelompok kontrol dalam penelitian yng dilakukan di SMP Negeri 1 Dewantara. Instrumen yang digunakan berupa soal tes kemampuan komunikasi matematis. Pengujian hipotesis menggunakan uji independent sample t-test pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil analisis terhadap data N-Gain memperlihatkan Sig. 2-tailed sebesar 0,002. Oleh karena nilai Sig. 2-tailed yang diperoleh lebih kecil dari 0,05 maka bersesuaian dengan kaidah penerimaan hipotesis didapatkan bahwa peningkatan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan pembelajaran PjBL lebih baik daripada siswa yang menggunakan model pembelajaran konvensional pada materi bidang datar di SMP N 1 Dewantara. Hasil penelitian ini menunjukan PjBL memberikan peningkatan terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, yang kedepannya menjadi salah satu dasar untuk untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
Copyrights © 2025