Mata uang sebagai alat pembayaran yang sah sangat penting bagi masa perjuangan digunakan untuk logistik dalam revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini membahas peran ORIDA (Oeang Repoeblik Indonesia Daerah) dalam perekonomian Sumatera Selatan selama Revolusi Fisik 1945-1949. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis latar belakang penerbitan ORIDA serta dampaknya terhadap kondisi ekonomi dan politik di Sumatera Selatan. Menggunakan metode penelitian sejarah, penelitian ini menelusuri bagaimana kebijakan moneter darurat yang diterapkan melalui ORIDA menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi di tengah keterbatasan distribusi mata uang dari Jawa ke Sumatera. Pemerintah daerah diberikan kewenangan untuk mencetak mata uang sendiri, yang dilakukan oleh berbagai otoritas, baik sipil maupun militer. Beberapa entitas yang terlibat dalam penerbitan mata uang ini antara lain Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, Karesidenan Palembang, dan Kewedanaan Lintang IV Lawang, serta pihak militer seperti Brigade Garuda Dempo dan Sub Teritorial Palembang. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa penerbitan ORIDA berperan penting dalam menopang perekonomian daerah, sekaligus mencerminkan dinamika perjuangan ekonomi dalam menghadapi ketidakstabilan akibat perang dan tekanan dari pihak Belanda.
Copyrights © 2025