Anemia terjadi saat kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah nilai normal, remaja putri cenderung berisiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah selama menstruasi yang memengaruhi kadar hemoglobin dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah menstruasi pada remaja putri SMKN 1 Negara. Metode yang dilakukan dengan studi kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-group pre-test–post-test. Populasi menggunakan remaja putri kelas XI SMKN 1 Negara. Teknik sampling yang digunakan non-probability sampling metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 35 dari 205 remaja putri kelas XI di SMKN 1 Negara. Hb diukur menggunakan alat POCT sebelum dan sesudah menstruasi. Hasil penelitian sebelum menstruasi yaitu kadar hemoglobin tertinggi 16,5 g/dL, terendah 10,1 g/dL, rata-rata 13,04 g/dL. Hasil sesudah menstruasi yaitu kadar hemoglobin tertinggi 15,7 g/dL, terendah 9,1 g/dL, rata-rata 12,37 g/dL. Mayoritas responden berusia 17 tahun (69 %), berdurasi menstruasi 3–7 hari (51 %), beraktivitas fisik ringan (60 %) dan tidak patuh konsumsi Tablet Tambah Darah (66 %). Uji paired-sample t menunjukkan perbedaan bermakna antara rata-rata Hb sebelum dan sesudah menstruasi (p < 0,05), dengan penurunan rata-rata 0,67 g/dL. Penurunan Hb sesudah menstruasi mengonfirmasi bahwa kehilangan darah berkontribusi pada risiko anemia, terutama pada remaja dengan diet tidak seimbang, aktivitas fisik minimal, dan kepatuhan TTD rendah. Intervensi gizi seimbang, edukasi kepatuhan TTD, serta pemantauan Hb rutin di sekolah direkomendasikan untuk mencegah anemia pada kelompok usia produktif ini.
Copyrights © 2025