Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

ANALISIS KESULITAN MAHASISWA STIKES WIRA MEDIKA DENGAN PENERAPAN AUDIO TUTORIAL METHOD (ATM) PADA PEMBELAJARAN PRAKTIKUM DI MASA PANDEMI COVID-19 : Analysis of Difficulties of Stikes Wira Medika Students with the Application of Audio Tutorial Method (ATM) in Practicum Learning During the Covid-19 Pandemic Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Jurnal Ilmiah Keperawatan (Scientific Journal of Nursing) Vol. 8 No. 2 (2022): JIKep | Juni 2022
Publisher : LPPM STIKES Pemkab Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.038 KB) | DOI: 10.33023/jikep.v8i2.1124

Abstract

Pendahuluan: Pandemi COVID-19 mengubah tatanan kehidupan sosial masyarakat menjadi faktor eksternal yang mempengaruhi proses pembelajaran. Salah satu kebijakan pemerintah Indonesia dalam sektor pendidikan adalah menutup sekolah dan kampus serta menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring). Pembelajaran daring yang diterapkan mencakup segala aspek proses pembelajaran termasuk proses pembelajaran praktikum. Salah satu metode yang diterapkan adalah audio tutorial method (ATM). Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan mahasiswa selama mengikuti perkuliahan praktikum dengan metode ATM selama pandemi COVID-19. Method: Desain penelitian riset kualitatif. Partisipan dalam penelitian ini adalah mahasiswa keperawatan STIKes Wira Medika semester empat sejumlah lima orang. Perekrutan partisipan menggunakan tehnik pusposive sampling. Result and analysis: kesulitan yang dihadapi mahasiswa diantaranya kesulitan dalam memahami materi, keterbatasan demonstrasi kompetensi di rumah, signal internet yang kurang mendukung, beban kuota internet dan harapan dari partisipan untuk kedepannya. Mahasiswa berasal dari beberapa daerah yang jangkuan sinyalnya berbeda-beda, mahasiswa harus menyesuaikan provider yang digunakan dengan jangkauan sinyal yang tepat, sehingga seringkali mahasiswa harus mengganti provider untuk mendapatkan sinyal terbaik. Selain itu mahasiswa juga menghadapi kesulitan untuk mempraktekkan prasat yang peralatannya tidak ada dirumah mereka, sehingga mereka mencoba dengan alat sekedarnya Discussion: Mahasiswa berharap agar pembelajaran praktikum dalam dilaksanakan luring seperti sebelumnya, karena kompetensi merupakan ukuran utama dalam bidang keperawatan.
The Effect of Tui Na Massage on Sleep Quality of 4-5 Years Old Toddlers in an Efforts to Prevent Stunting in Banjar Kawan, Bangli Bella Krisna Pramitha; Ni Luh Gede Intan Saraswati; Ni Putu Wiwik Oktaviani; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 5 No 2 (2024): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.05.02.04

Abstract

Introduction: One factor that can contribute to stunting is poor sleep quality in children. This is due to the disruption of the growth hormone process, which can lead to shorter stature. The aim of this research was to determine the effect of Tui Na massage on the sleep quality of toddlers aged 4 to 5 years.Method: This research employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test structure. It involved 34 respondents, selected using a purposive sampling technique. Tui Na massage was the intervention applied. The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) questionnaire was used to measure sleep quality.Results: Before the Tui Na massage, the majority of toddlers had sleep quality categorized as poor, with 16 respondents (47.1%). After six consecutive days of Tui Na massage, the toddlers' sleep quality im-proved, with 24 respondents (70.6%) showing better sleep quality. Da-ta analysis using the Wilcoxon Signed Rank Test yielded an Asymp. Sig. (2-tailed) value of -4.969 with a p-value of 0.000, indicating a statisti-cally significant effect of Tui Na massage on the sleep quality of toddlers in efforts to prevent stunting in Banjar Kawan, Bangli.Discussion: Good quality sleep in toddlers is essential for support-ing optimal growth and development, which can help reduce the risk of stunting.
Diabetes Management among Type 2 DM Patient: Descriptive Study Ni Wayan Trisnadewi; Oktaviani Ni Putu, Wiwik; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Basic and Applied Nursing Research Journal Vol 5 No 2 (2024): Basic and Applied Nursing Research Journal (BANRJ)
Publisher : Future Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11594/banrj.05.02.07

Abstract

Introduction: The primary issue facing diabetes patients today is the lack of adherence to their treatment plans. The high prevalence of diabetes poses a significant challenge for both patients and their fami-lies. This study aims to describe medication adherence, dietary habits, and physical exercise among patients with type 2 diabetes.Methods: This study is a descriptive analysis involving 82 partici-pants selected through a purposive sampling technique. The study in-cluded patients with type 2 diabetes mellitus who had been diagnosed for at least one year, lived with their families, and did not have any men-tal health issues. Data collection was conducted by visiting respondents at their homes. The questionnaire was administered with the assis-tance of a researcher and an enumerator, taking approximately 20 to 25 minutes to complete.Results: The study found that nonadherence to diet, medication, and exercise among type 2 diabetes patients remains high, with rates of 73.2%, 72.0%, and 61.0%, respectively.Conclusion: Patients with type 2 diabetes mellitus who have been diagnosed for more than one year exhibit poor diabetes management. These patients struggle to maintain a consistent medication and die-tary schedule and fail to engage in regular physical exercise.
Perbedaan Kadar Hemoglobin pada Remaja Putri Sebelum dan Sesudah Menstruasi di SMKN 1 Negara Ni Komang Meggy Wulandari; Ni Luh Gede Puspita Yanti; Ni Komang Ayu Resiyanthi
JPNM Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin Vol. 3 No. 3 (2025): October : Jurnal Pustaka Nusantara Multidisiplin
Publisher : SM Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59945/jpnm.v3i3.674

Abstract

Anemia terjadi saat kadar hemoglobin (Hb) berada di bawah nilai normal, remaja putri cenderung berisiko lebih tinggi mengalami anemia karena kehilangan darah selama menstruasi yang memengaruhi kadar hemoglobin dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi perbedaan kadar Hb sebelum dan sesudah menstruasi pada remaja putri SMKN 1 Negara. Metode yang dilakukan dengan studi kuantitatif pre-eksperimental dengan desain one-group pre-test–post-test. Populasi menggunakan remaja putri kelas XI SMKN 1 Negara. Teknik sampling yang digunakan non-probability sampling metode purposive sampling dengan sampel sebanyak 35 dari 205 remaja putri kelas XI di SMKN 1 Negara. Hb diukur menggunakan alat POCT sebelum dan sesudah menstruasi. Hasil penelitian sebelum menstruasi yaitu kadar hemoglobin tertinggi 16,5 g/dL, terendah 10,1 g/dL, rata-rata 13,04 g/dL. Hasil sesudah menstruasi yaitu kadar hemoglobin tertinggi 15,7 g/dL, terendah 9,1 g/dL, rata-rata 12,37 g/dL. Mayoritas responden berusia 17 tahun (69 %), berdurasi menstruasi 3–7 hari (51 %), beraktivitas fisik ringan (60 %) dan tidak patuh konsumsi Tablet Tambah Darah (66 %). Uji paired-sample t menunjukkan perbedaan bermakna antara rata-rata Hb sebelum dan sesudah menstruasi (p < 0,05), dengan penurunan rata-rata 0,67 g/dL. Penurunan Hb sesudah menstruasi mengonfirmasi bahwa kehilangan darah berkontribusi pada risiko anemia, terutama pada remaja dengan diet tidak seimbang, aktivitas fisik minimal, dan kepatuhan TTD rendah. Intervensi gizi seimbang, edukasi kepatuhan TTD, serta pemantauan Hb rutin di sekolah direkomendasikan untuk mencegah anemia pada kelompok usia produktif ini.
CORRELATIONS BETWEEN FERRITIN LEVELS AND CREATININE IN PEDIATRIC THALASSEMIA PATIENTS PRODIA CILEGON Prihatiningsih, Diah Prihatiningsih; Ulfianjani; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 1 No. 1 (2024): Vol. 1 No. 1 Edisi Januari 2024
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v1i1.14

Abstract

Thalassemia is a blood disorder that is passed down genetically from parents to their children. The body cannot form normal red blood cells resulting in them being damaged easily and having a short life of less than 120 days and anemia, requiring continuous blood transfusions to maintain hemoglobin levels in the body. A history of repeated blood transfusions can cause excess iron in the body which is characterized by an increase in serum ferritin levels which can cause damage to kidney function by looking at creatinine levels. The purpose of this study was to determine whether there is a relationship between ferritin and creatinine levels in children with thalassemia. This study used a quantitative method with a cross sectional approach. The sampling technique used in this study was the total sampling technique. The sample used was 12 samples. Data processing in this study used the Shapiro-Wilk Normality test and the Pearson Correlation test in bivariate analysis. The results of the analysis of this study indicate that there is no significant relationship between the ferritin and creatinine levels in children with thalassemia where the value of Sig. 0.212 > 0.05 (p> 0.05), and shows a significant negative correlation of -0.389. This study in thalassemia children had high ferrtin levels but creatinine levels were still within normal limits.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Ibu Dalam Pemberian Gizi Seimbang Dengan Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita: The Relationship Of Mother Level Knowledge Providing Balanced Nutrition With Stunting Prevention Efforts In Toddlers Ni Komang Ari Pebri Santi; Ni Wayan Trisnadewi; Ni Komang Ayu Resiyanthi
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 12: Desember 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i12.9683

Abstract

Stunting termasuk masalah nutrisi kronis yang dialami oleh balita di Indonesia, penyebabnya yaitu rendahnya pengetahuan ibu terkait pemberian gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan ibu dalam pemberian gizi seimbang dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Desain penelitian ini yaitu deskriptif korelasional dengan metode cross sectional pada 85 ibu dengan anak berusia 0-5 tahun di Posyandu Desa Singakerta, yang dipilih menggunakan teknik multistage sampling. Kuesioner yang digunakan untuk mengumpulkan data telah terstandar dan sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas selanjutnya proses analisis digunakan untuk uji Rank Spearman dengan nilai signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu berada pada tingkat pengetahuan baik (92,9%), dan upaya pencegahan stunting baik (67,1%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan sangat signifikan diantara tingkat pengetahuan ibu tentang gizi seimbang dengan upaya pencegahan stunting (p-value = 0,001 < 0,05; r = 0,347). Temuan ini menyatakan bahwa tingkat pengetahuan ibu memiliki peranan untuk mendukung proses pencegahan stunting terhadap balita, sehingga diperlukan upaya peningkatan pengetahuan yang berkelanjutan oleh tenaga kesehatan, khususnya perawat komunitas.
Upaya Pencegahan Karies Melalui Kegiatan Edukasi: Senyum Sehat Bebas Karies Pada Anak Usia Dini Ni Luh Gede Intan Saraswati; I Gst Ayu Putu Satya Laksmi; Niken Ayu Merna Eka Sari; Ni Komang Ayu Resiyanthi; Putu Ayu Parwati
Madago Community Empowerment for Health Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/mce.v5i1.4297

Abstract

Kesehatan gigi tidak dapat diabaikan terutama pada anak usia dini di TK, karena kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi tumbuh kembang anak. Prevalensi karies pada anak usia 2–5 tahun masih tinggi di berbagai negara berkembang, termasuk Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh kurangnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan gigi sejak dini. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan siswa terkait cara menggosok gigi yang benar. Pada pengabdian masyarakat ini dilakukan edukasi dengan metode penyuluhan dan demonstrasi dengan menggunakan phantom gigi, penyuluhan diikuti oleh 55 anak PAUD Kumaraloka berusia 4-6 tahun. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa dengan menggunakan teknik demonstrasi sikat gigi dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam melakukan gosok gigi yang benar. Demonstasi menjadi cara yang efektif bagi anak usia dini dalam meningkatkan keterampilan karena siswa juga ikut terlibat aktif secara langsung dalam memperagakan cara menggosok gigi yang benar. Diharapkan program ini tetap berjalan dengan tetap melibatkan pendidik dan juga orang tua.