Diabetes melitus adalah kondisi penyakit kronis yang memerlukan penanganan berkelanjutan dalam jangka panjang, termasuk dengan memastikan pasien mematuhi regimen pengobatannya. Salah satunya dengan konseling untunk meningkatkan kepatuhan minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pelayanan konseling dengan tingkat kepatuhan pasien diabetes melitus dalam menjalani terapi farmakologi di Puskesmas Bondongan, Kota Bogor. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode eksperimental (dengan pemberian konseling). Sebanyak 20 pasien diabetes melitus yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan sebagai responden. Data kepatuhan pasien dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8, lembar ceklis konseling. Dianalisis dengan uji korelasi Parsial diperoleh nilai signifikansi kepatuhan sebelum dan sesudah dikonseling adalah 0,000 yang lebih kecil dari taraf nyata (α) (p<0.05). Dengan nilai korelasi 0,797 hal ini menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pelayanan konseling dan tingkat kepatuhan pasien, dengan tingkat hubungan yang kuat. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan pasien setelah diberikan konseling, ada penurunan pada tingkat kepatuhan rendah dari 19 (95%) menjadi 12 (60%) pasien, dan peningkatan pada tingkat kepatuhan sedang dari 1 (5%) menjadi 8 (40%) pasien. Hal ini menunjukan bahwa pelayanan konseling berpengaruh dengan tingkat kepatuhan pasien.
Copyrights © 2025