Buah pinang merupakan salah satu komoditas perkebunan yang telah lama dikenal dan memiliki prospek yang menjanjikan untuk dibudidayakan secara komersial. Permintaan terhadap biji pinang kering, khususnya dari pasar ekspor, menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun. Namun, di Desa Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, proses pengupasan buah pinang masih dilakukan secara manual menggunakan pisau, yang dinilai kurang efisien karena memerlukan waktu lama dan menghasilkan produktivitas yang rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, tim Bina Desa Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura mengusulkan penerapan teknologi tepat guna berupa mesin pengupas kulit buah pinang berbasis tenaga listrik. Mesin pengupas pinang berkapasitas 30 kg/jam menggunakan motor 1 HP, poros 19 mm, sabuk 1549 mm, puli motor 110,6 mm, puli besar 186,8 mm, hopper 14,89 dm³. Uji kinerja membandingkan pengupasan manual pisau dan mesin terhadap waktu serta hasil. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan mesin pengupas pinang berbasis teknologi tepat guna mampu meningkatkan efisiensi pengolahan. Kapasitas pengupasan mencapai 30 kg/jam dengan kualitas biji lebih seragam dibanding metode manual. Waktu kerja masyarakat berkurang signifikan, sehingga produktivitas dan potensi nilai ekonomi pinang meningkat. Selain itu, masyarakat mitra memperoleh keterampilan pengoperasian serta pemeliharaan mesin, yang mendukung kemandirian dan keberlanjutan usaha pengolahan pinang. Diharapkan penggunaan mesin ini dapat meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas, sehingga proses pengolahan buah pinang menjadi lebih efektif dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat setempat.
Copyrights © 2025