Akses terhadap energi bersih dan terjangkau masih menjadi tantangan serius bagi masyarakat nelayan di wilayah perairan. Kondisi ini juga dialami oleh nelayan di Sungai Kapuas, Kota Pontianak, yang umumnya masih bergantung pada bahan bakar fosil dengan biaya tinggi dan pasokan tidak stabil. Keterbatasan energi tersebut berdampak pada mobilitas, produktivitas, dan keberlanjutan aktivitas ekonomi nelayan, sehingga diperlukan alternatif berbasis energi terbarukan. Kegiatan ini bertujuan menerapkan teknologi tenaga surya pada perahu listrik sebagai alternatif transportasi ramah lingkungan yang efisien, ekonomis, serta mendukung keberlanjutan energi bagi mobilitas nelayan di wilayah perairan. Melalui pendekatan partisipatif, tim PKM Universitas Tanjungpura merancang serta menguji perahu listrik tenaga surya menggunakan panel 100 WP, baterai 12V 100Ah, dan motor 1,5 PK untuk mendukung mobilitas nelayan secara berkelanjutan. Hasil kegiatan menunjukkan perahu listrik tenaga surya mampu beroperasi sekitar satu jam dalam satu siklus pengisian, dengan keunggulan tanpa emisi dan kebisingan mesin. Dari aspek ekonomi, pemanfaatan energi surya menekan biaya operasional nelayan hingga 90% dibandingkan perahu berbahan bakar fosil. Teknologi ini juga meningkatkan kemandirian energi serta mendukung keberlanjutan lingkungan. Namun demikian, masih terdapat tantangan seperti tingginya biaya awal investasi dan ketergantungan pada kondisi cuaca yang perlu diatasi melalui kebijakan pendukung serta edukasi teknis berkelanjutan. Inovasi perahu listrik tenaga surya mendukung pencapaian SDGs, khususnya penyediaan energi bersih, ramah lingkungan, serta mitigasi perubahan iklim.
Copyrights © 2025