Bullying di lingkungan sekolah masih menjadi fenomena yang mengkhawatirkan dan berpotensi merusak perkembangan psikologis, sosial, dan spiritual peserta didik. Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran strategis dalam mencegah dan menanggulangi bullying melalui pembinaan akhlak mulia. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan bersama Asosiasi Guru PAI Kabupaten Sukoharjo untuk meningkatkan kapasitas guru PAI dalam membangun karakter anti-bullying melalui pendekatan psiko-spiritual. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru PAI dalam penanganan bullying, perubahan pendekatan pembelajaran yang lebih integratif, serta indikasi penurunan perilaku bullying di sekolah peserta program. Pendekatan psiko-spiritual terbukti relevan untuk membentuk kesadaran moral dan empati siswa secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025