Pendahuluan: Skleroderma adalah penyakit autoimun langka yang melibatkan kulit dan organ viseral. Kehamilan merupakan salah satu hal yang diduga dapat mencetuskan munculnya penyakit autoimun karena terjadinya microchimerism. Kasus: Perempuan berusia 41 tahun datang dengan keluhan kulit terasa kaku dan gatal sejak 5 bulan yang lalu saat kehamilan usia 4 bulan. Riwayat keluhan seperti ini dirasakan pada saat kehamilan yang pertama. Dari pemeriksaan dermatologi didapatkan makula hipopigmentasi dan hiperpigmentasi membentuk gambaran salt and pepper di regio fasialis dan retroaurikular. Pada regio fasialis, antebrachii dekstra sinistra dan manus dekstra sinistra didapatkan sklerosis kutis. Skor mRSS didapatkan 21. Hasil histopatologi menunjukkan potongan jaringan kulit dengan epidermis tampak flat, jarak antar rete ridge memanjang. Dermis tampak hanya terdiri dari jaringan ikat fibrokolagen luas, terdapat beberapa pembuluh darah dan infitrat sel radang limfosit disekitarnya, tampak setempat adneksa kulit. Kesimpulan didapatkan biopsi sesuai dengan gambaran skleroderma. Pemeriksaan laboratorium didapatkan anemia dan tes ANA positif. Didapatkan keterlibatan penyakit paru intersisial. Diskusi: Perlunya tata laksana yang tepat dan kewaspadaan karena pasien skleroderma dengan kehamilan memiliki risiko yang tinggi persalinan prematur, intrauterine growth restriction dan berat lahir yang sangat rendah. Kesimpulan: Kehamilan dengan skleroderma dapat memiliki prognosis yang baik bagi ibu dan janin jika ditangani dengan tepat oleh multidisiplin.
Copyrights © 2025