Artikel kajian ini mengkaji korelasi antara pendidikan vokasi dan tingginya angka pengangguran di Indonesia, menekankan solusi prospektif bagi lulusan sekolah menengah kejuruan dan merumuskan strategi untuk mengurangi tingginya angka pengangguran di negara ini. Angka pengangguran di Indonesia tergolong tinggi, dan sekolah menengah kejuruan yang dimaksudkan untuk menyiapkan siswa untuk dunia kerja dan mengurangi pengangguran tidak sejalan dengan tujuan yang diinginkan. Di Indonesia, banyak perusahaan, PT, dan industri menawarkan lowongan pekerjaan; meskipun demikian, sejumlah besar individu tetap menganggur dan bingung tentang cara mendapatkan pekerjaan. Kajian ini menggunakan metodologi penelitian deskriptif yang dirancang untuk menggambarkan fakta secara sistematis dan akurat melalui deskripsi dan representasi yang terperinci. Pendekatan pengumpulan data melibatkan peninjauan materi ilmiah secara cermat, termasuk jurnal, artikel, buku, dan sumber lainnya. Solusi strategis untuk mengatasi tantangan ini meliputi pelatihan dan pendidikan siswa sekolah menengah kejuruan, mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan siswa dan keberlanjutan terhadap dunia industri, meningkatkan fasilitas dan infrastruktur pendidikan, dan memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran. Dengan penerapan strategi tersebut diharapkan kurikulum akan lebih efektif dan relevan sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan peserta didik sehingga memperoleh hasil belajar yang lebih optimal dan dapat mengurangi pengangguran di Indonesia.
Copyrights © 2025