Kota Mojokerto adalah kota dengan wilayah terkecil di Jawa Timur. Kota ini mengalami perkembangan pesat yang diiringi oleh tantangan dalam pengelolaan sistem drainase khususnya di Kelurahan Wates, Kecamatan Magersari. Genangan dan banjir kerap terjadi akibat sistem drainase yang tidak memadai dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting saluran drainase, menghitung curah hujan rancangan dengan kala ulang 10 tahun, merencanakan dimensi saluran baru, serta merencanakan sumur resapan guna mengurangi genangan dan meningkatkan resapan air. Data yang digunakan adalah data curah hujan selama 10 tahun terakhir dari tiga stasiun hujan terdekat, cross section untuk menentukan elevasi, dan koefisien permeabilitas tanah. Data tersebut diolah menggunakan metode rata-rata aljabar untuk menentukan curah hujan rata-rata, menghitung curah hujan rancangan menggunakan distribusi gumbel, menghitung intensitas curah hujan menggunakan metode mononobe dan debit banjir menggunakan metode rasional. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh curah hujan rancangan menggunakan metode gumbel dengan kala ulang 10 tahun sebesar 86,40 mm/hari, debit banjir rancangan menggunakan metode rasional terbesar 0,55 m3/detik dengan perencanaan saluran drainase berbentuk persegi berbahan beton dengan ukuran minimal lebar 0,6 m dan tinggi 0,8 m, ukuran maksimal lebar 1 m dan tinggi 1,2 m, dimensi sumur resapan direncanakan dengan diameter 1 m dengan kedalaman 1,5 m sehingga daya resap sumur resapan sebanyak 0,0024626 m3/detik.
Copyrights © 2025