Pengelolaan sampah organik, khususnya sisa makanan, menjadi tantangan lingkungan di Indonesia dengan kontribusi sebesar 39,79% dari total timbulan sampah nasional, dan mencapai 55,48% di Kota Surabaya. Rendahnya praktik pengolahan di tingkat rumah tangga memperburuk beban Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) dan berdampak pada kualitas lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan warga Kelurahan Manukan Kulon melalui pelatihan pembuatan eco enzyme sebagai upaya pengelolaan sampah organik berbasis ekonomi sirkular. Kegiatan ini menggunakan pendekatan Assets Based Community Development (ABCD), terdapat lima tahapan kunci dalam pelaksanaanya. Kegiatan ini melibatkan 33 ibu rumah tangga, dengan materi meliputi konsep, manfaat, proses pembuatan, dan aplikasi eco enzyme. Evaluasi pengetahuan dilakukan sebelum dan sesudah pelatihan menggunakan kuesioner. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari 30% menjadi 95% serta peningkatan minat mempraktikkan eco enzyme secara mandiri hingga 98%. Program ini berpotensi mengurangi sampah organik rumah tangga hingga 50%, sekaligus menghasilkan produk multifungsi seperti pembersih ramah lingkungan, pupuk cair, dan pengusir hama. Kegiatan ini tidak hanya mendukung pencapaian SDGs poin 12 tetapi juga menegaskan pentingnya edukasi berkelanjutan dan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Copyrights © 2025