Pemberontakan PRRI (Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia) dan Permesta (Perjuangan Semesta) merupakan dua gerakan separatis yang mencerminkan puncak ketegangan politik dan militer di awal masa Orde Lama, khususnya pada periode 1957–1958. Artikel ini mengkaji latar belakang kemunculan kedua gerakan tersebut, yang dipicu oleh ketidakpuasan daerah terhadap kebijakan politik dan ekonomi pemerintah pusat di Jakarta, serta dominasi kekuatan militer tertentu dalam tubuh Angkatan Darat. Melalui pendekatan historis dan analisis politik, tulisan ini menggambarkan dinamika konflik antara pusat dan daerah, peran aktor-aktor militer dan sipil, serta respons pemerintah dalam menanggulangi ancaman disintegrasi. Pemberontakan ini bukan hanya soal pengaruh regional, melainkan juga
Copyrights © 2025