Latar belakang : Penyakit infeksi menjadi kelompok penyakit yang terjadi karena infeksi virus, infeksi bakteri, dan infeksi parasit. Infeksi ini dapat merugikan berbagai aspek kehidupan seperti kesehatan dan ekonomi baik secara individu dan nasional. Daun Kirinyuh digunakan sebagai obat luka, demam, bantuk, dan menghentikan pendarahan. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri (Chromolaena odorata (L.) R.M King & H.Rob) terhadap pertumbuhan Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus dengan berbagai konsentrasi. Hasil : Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar menggunakan cakram kertas pada bakteri Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis pada 5 konsentrasi yaitu 5%, 10%, 15%, 20%, 25%. Berdasarkan data hasil uji statistik Kruskal-Wallis daun Kirinyuh konsentrasi 25% pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus epidermidis didapati hasil 9,467 dan pada penghambatan pertumbuhan Staphylococcus aureus didapati hasil 8,003. Kesimpulan : Berdasarkan hasil penelitian tersebut maka dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun Kirinyuh dapat menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Staphylococcus epidermidis dengan konsentrasi terbaik sebesar 25%.
Copyrights © 2025