Jurnal ini menganalisis teks berita berjudul "Dugaan Korupsi Pertamina, Modus Lama dengan Pemain Baru" yang diterbitkan di Kompas.com pada 03 Maret 2025, dengan menggunakan model Analisis Wacana Kritis (AWK) yang dikembangkan oleh Norman Fairclough. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memahami bagaimana wacana dalam berita tersebut mencerminkan ideologi, kekuasaan, dan pengaruhnya terhadap persepsi publik mengenai korupsi di sektor BUMN, khususnya Pertamina. Melalui pendekatan Fairclough yang mencakup analisis tiga dimensi yaitu teks, praktik diskursif, dan praktik sosial. Jurnal ini mengungkapkan bahwa penggunaan bahasa yang kuat dan naratif yang konsisten dalam berita berfungsi untuk membentuk opini publik dan menyoroti ketidakpuasan terhadap transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan sumber daya negara. Hasil analisis menunjukkan bahwa frasa-frasa kunci dalam teks tidak hanya menggambarkan fakta kasus korupsi, tetapi juga menciptakan citra negatif terhadap institusi dan pelaku yang terlibat. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan peran penting media dalam mendorong kesadaran masyarakat dan reformasi dalam menangani isu-isu korupsi di Indonesia. Temuan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada studi lebih lanjut mengenai hubungan antara media, wacana, dan perubahan sosial di konteks politik Indonesia.
Copyrights © 2025