Artikel ini menganalisis lagu "Kau Masih Kekasihku" dari Naff (2006) melalui pendekatan stilistika, menyoroti penggunaan bahasa figuratif dan pilihan diksi yang berkontribusi pada penyampaian tema kerinduan dan cinta abadi. Kajian ini mengidentifikasi dan membahas metafora ruang batin ("lubuk hati," "dasar jiwa"), personifikasi ("angin"), hiperbola ("merobek hati"), repetisi ("Kau masih kekasihku"), serta diksi puitis, yang secara kolektif membangun suasana melankolis dan emosional. Selain itu, artikel ini juga menyinggung penggunaan citraan, simile implisit, paradoks, eufemisme, serta aliterasi dan asonansi untuk memperkaya tekstur lirik. Analisis ini menunjukkan bagaimana keahlian penulis lirik dalam merangkai berbagai gaya bahasa menghasilkan sebuah karya seni yang efektif dalam menyampaikan kompleksitas perasaan cinta yang tak terlupakan dan relevan bagi pendengar.
Copyrights © 2025