Penyakit hipertensi di provinsi Jawa Tengah menempati proporsi terbesar yaitu 76,5% kasus baru dan menjadi prioritas utama dalam pengendalian penyakit tidak menular, di tambah dengan ketidakpatuhan pasien terhadap modifikasi gaya hidup dan pengobatan menjadi hambatan yang menyebabkan tidak efektifnya pengelolaan hipertensi sehingga berrisiko pada kejadian kardiovaskular dan stroke. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh konseling apoteker terhadap penurunan tekanan darah dan peningkatan kepatuhan minum obat pasien Prolanis hipertensi di Puskesmas Kabupaten Pemalang. Metode penelitian ini dengan pendekatan kuatitatif jenis Quasi Experimental control group design with pretest and posttest dengan kuesioner (MARS-5). Sampel penelitian berjumlah 50 dari dua perlakuan. Analisis data uji univariat, bivariat, validitas dan reliabilitas, dengan software SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling apoteker efektif menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kepatuhan minum obat pada pasien Prolanis hipertensi di Puskesmas Kabupaten Pemalang. Edukasi dari apoteker berperan penting dalam mendorong perubahan perilaku pasien, sehingga mendukung pengendalian hipertensi dan keberhasilan terapi secara berkelanjutan. Penelitian ini mendukung teori edukasi kefarmasian dan menyarankan pelibatan aktif apoteker dalam konseling Prolanis secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025