Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PENGEMBANGAN POSYANDU MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN Genatrika, Erza
Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia Vol. 10 nomor 2
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.638 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2018.10.2.1137

Abstract

The development of a slow posyandu can be an obstacle to the implementation of health development. The number of integrated posyandu currently shows that the posyandu performance is not optimal yet. Level of integrated posyandu in Indonesia (in 2004) that is only about 2.91%. This is apparent in Sidabowa Village, integrared posyandu only about 9.09% (1 of 11 posyandu). One of the dominant factors that affect the condition is the role of health cadres. Health cadres as community counselors should have a good level of knowledge. This study aims to identify the effectiveness of training to increase cadre knowledge about posyandu level and medicinal plants (TOGA). This research uses quasi experiment design method. The sample in this study is health cadres who attended the training. The results of this study indicate that the provision of education through training is effective in improving cadre knowledge (p <0.05).Keywords: Cadre, TOGA, posyandu, sidabowa
Formulasi Krim Antibakteri Ekstrak Teripang Pasir (Holothuria scabra Jaeger) Djalil, Asmiyenti Djaliasrin; Ivani, Adhika Rifki; Genatrika, Erza
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Farmasi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.639 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membuat formulasi dan mengevaluasi krim antiacne yang mengandung ekstrak metanol teripang pasir (Holothuria scabra Jaeger, 1833).  Aktivitas antiacne ekstrak dan krim pada berbagai konsentrasi ekstrak diteliti terhadap bakteri Staphylococcus aureus dan Propionibacterium acnes menggunakan metode difusi agar dengan kertas cakram.  Krim antiacne disiapkan dengan mencampurkan bahan-bahan dengan jumlah tertentu dengan ekstrak pada berbagai konsentrasi (0,05%; 0,1%; 0,2%). Krim yang dibuat dievaluasi sifat fisik dan reologi. Selanjutnya efikasi krim antiacne dibandingkan dengan produk komersial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak memiliki aktivitas antiacne yang baik, aktivitas semakin meningkat dengan meningkatnya konsentrasi ekstrak. Aktifitas antiacne tetap dimiliki pada saat ekstrak dibuat krim. Semua formula krim menunjukkan viskositas, daya sebar, pH, dan daya lekat yang baik. Krim juga menunjukkan kestabilan yang baik selama 1 bulan penyimpanan. Krim yang mengandung ekstrak teripang pasir berpotensi untuk dikembangkan sebagai krim antiacne untuk infeksi kulit yang disebabkan oleh Staphylococcus aureus and Propionibacterium acnes.
PENGARUH PELATIHAN PENGEMBANGAN POSYANDU MELALUI TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) TERHADAP PENGETAHUAN KADER KESEHATAN Erza Genatrika; Elza Sundhani; Dwi Hartanti
Kesmas Indonesia Vol 10 No 2 (2018): Jurnal Kesmas Indonesia
Publisher : Jurusan Kesehatan Masyarakat dan Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.638 KB) | DOI: 10.20884/1.ki.2018.10.2.1137

Abstract

Perkembangan strata posyandu yang lambat dapat menjadi penghambat penyelenggaraan pembangunan kesehatan. Masih sedikitnya jumlah posyandu mandiri saat ini menunjukkan belum optimalnya kinerja posyandu. Strata posyandu mandiri di Indonesia (tahun 2004) yakni hanya sekitar 2,91%. Hal ini tampak di Desa Sidabowa, posyandu mandiri hanya sekitar 9,09% (1 dari 11 posyandu). Salah satu faktor dominan yang mempengaruhi kondisi tersebut adalah peran kader kesehatan. Kader kesehatan sebagai pendamping masyarakat harus memiliki tingkat pengetahuan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh pelatihan terhadap peningkatan pengetahuan kader mengenai strata posyandu dan tanaman obat keluarga (TOGA). Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment design. Sampel dalam penelitian ini adalah kader kesehatan yang mengikuti pelatihan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian pendidikan melalui pelatihan efektif dalam peningkatan pengetahuan kader (p<0,05). Kata kunci: Kader, TOGA, posyandu, sidabowa
KOMBINASI EKSTRAK KULIT MANGGIS DENGAN EKSTRAK KELOPAK BUNGA DAN EKSTRAK SARANG SEMUT SEBAGAI PENURUN KADAR KOLESTEROL DAN TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH JANTAN Anjar Mahardian Kusuma; Erza Genatrika; Rossy Faizah Nur Utami; Trisna Rohmiyati; Susanti Susanti
Majalah Obat Tradisional Vol 21, No 3 (2016)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (482.277 KB) | DOI: 10.22146/tradmedj.17304

Abstract

Hypercholesterolemia is a disease associated with high levels of cholesterol and LDL levels in the blood. Utilization of the commercial drugs can be given; however apart from the expensive price, adverse side effects might occur. It makes people choose alternative medication with herbal medicine through the use of natural materials. This study aimed to determine the effect of the combination of mangosteen peel extract-extract of roselle calyx and mangosteen peel extract-extract the ant nest plant as lowering cholesterol and triglyceride levels in male rats. The method used in this study was a laboratory experimental method using device posttest only control group design (simple experimental design). This study used 25 male rats of Wistar strain, divided into 5 groups; Group I: group without treatment, group II: control group solvent (NaCMC 1%), group III: positive control group (Simvastatin), Group IV: combination group mangosteen peel extract (200 mg / kg) - extract of roselle calyx (250 mg / kg), group V: group combination of mangosteen peel extract 200 mg / kg) - extract anthill (270 mg / kg). Induction of cholesterol in rats using quail egg yolk (10 ml / kg). The results showed that there was no significant difference in cholesterol and triglycerides between the combination of both extracts of mangosteen peel with a positive control (p<0,05).
Potensi Biji Orok-orok (Crotalaria juncea L.) sebagai Kandidat Obat Insomnia Asmiyenti Djaliasrin Djalil; Siti Musyarofah; Bayu Satria Nugroho Putra; Erza Genatrika; Ika Yuni Astuti
Jurnal Pharmascience Vol 4, No 1 (2017): Jurnal Pharmascience
Publisher : Program Studi Farmasi FMIPA Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jps.v4i1.5749

Abstract

ABSTRAK Insomnia merupakan gangguan yang menyebabkan penderita mengalami ketidakmampuan untuk mencukupi kebutuhan tidur. Pemilihan terapi insomnia di Desa Lembarawa, Brebes, secara empiris biasanya menggunakan biji orok-orok (Crotalaria juncea L.) sebagai sedatif. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan bahwa biji orok-orok memiliki potensi sebagai sedatif dengan dosis yang tepat. Biji orok-orok diekstrak menggunakan pelarut metanol. Ekstrak yang diperoleh selanjutnya difraksinasi dengan pelarut etil asetat dan metanol. Ekstrak dan fraksi yang diperoleh kemudian diujikan terhadap mencit. Mencit dibagi menjadi 12 kelompok, kelompok I kontrol positif (fenobarbital 60 mg/Kg BB) kelompok II kontrol negatif (NaCMC 1%), kelompok III-IV merupakan kelompok perlakuan ekstrak metanol dengan konsentrasi 50 dan 200 mg/Kg BB, kelompok V-VIII merupakan fraksi etil asetat dengan konsentrasi berturut-turut 7,5; 15; 22,5; dan 30 mg/Kg BB, kelompok IX-XII merupakan fraksi metanol dengan konsentrasi berturut-turut 25, 50, 75, dan 100 mg/Kg BB. Parameter yang digunakan adalah daya cengkeram mencit, reflek balik badan mencit, diameter pupil mata, serta daya jatuh menit. Hasil uji menunjukkan bahwa fraksi etil asetat dan metanol memiliki efek sedatif. Efek sedatif paling baik ditunjukkan oleh fraksi metanol 100 mg/Kg BB yang mendukung terapi untuk insomnia. Kata kunci: biji orok-orok, Crotalaria juncea L., sedatif. ABSTRACT Insomnia is a disruption that can not supply the needs of sleeping. In Lembarawa, Brebes, insomnia was treated empirically using Crotalaria Juncea L. (orok-orok). The purpose of this study was to prove that the seeds of Crotalaria juncea L. had potential as a sedative. Orok-orok seeds methanolic extract, ethyl acetate fraction, and methanolic fraction were observed as a sedative. Mice were divided into 12 groups: positive control group (phenobarbital 60 mg/Kg BW), negative control group (Na CMC 1%), methanolic extract of orok-orok seeds with doses of 50 and 100 mg/Kg BW, ethyl acetate fraction with doses of 7.5; 15; 22.5; and 30 mg/Kg BW, methanolic extract with doses of 25; 50; 75; and 100 mg/Kg BW. The sedative activity was investigated in mice including diameter mouse’s pupil, grip strange performances, return mice reflect, and rotarod performances. The results suggest that methanolic extract, ethyl acetate fraction, and methanolic fraction of orok-orok seeds possess potent sedative activity. The highest activity was obtained by using 100 mg/Kg BW of methanolic fraction, which supported its therapeutic use for insomnia. Keywords: Crotalaria juncea L., Orok-orok seeds, a sedative.
Formulasi Deodoran Spray dari Minyak Atsiri Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai Antibakteri Penyebab Bau Badan (Staphylococcus epidermidis) Mayang Ika Oktaviana; Irma Nur Pahalawati; Nofita Fitri Kurniasih; Erza Genatrika
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 02 Desember 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (875.599 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i2.2965

Abstract

Kemangi (Ocimum basilicum L.) merupakan salah satu tanaman yang banyak dimanfaatkan sebagai bahan makanan, lalapan, dan sayuran pelengkap. Tanaman ini masuk ke dalam famili Lamiaceae yang mengandung berbagai senyawa kimia, di antaranya fenol, saponin, alkaloida, flavonoid, tannin, dan minyak atsiri. Bau badan dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti, faktor genetik, kondisi kejiwaan, faktor makanan, faktor kegemukan dan bahan pakaian yang dipakai. Salah satu pemicu bau badan karena adanya infeksi bakteri yaitu bakteri Staphyloccous epidermidis. Bakteri ini menyebabkan bau badan karena menghasilkan asam isovalerat. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan deodoran spray minyak atsiri daun kemangi, menguji sifat fisik sediaan deodoran spray, dan mengetahui formulasi yang efektif sebagai antibakteri S. epidermidis yang menyebabkan bau badan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa minyak atsiri daun kemangi mengandung linalool (3,42%) yang berpotensi sebagai antibakteri. Uji fisik dilakukan pada hari ke-0 (setelah pembuatan) dan ke-7 dengan hasil uji fisik sediaan secara organoleptis memiliki bau khas kemangi, berwarna keruh kekuningan, memiliki pH 4 yang kurang sesuai dengan pH kulit, dan mengalami kenaikan viskositas pada pemeriksaan hari ke-7. Hasil uji antibakteri dari formulasi 1, 2, dan 3 menunjukkan dayahambat berturut-turut 1,34; 13,22; dan 15,62 mm.
FORMULASI SEDIAAN KRIM MINYAK JINTAN HITAM (Nigella sativa L.) SEBAGAI ANTIJERAWAT TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acnes Erza Genatrika; Isna Nurkhikmah; Indri Hapsari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 13 No. 02 Desember 2016
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pji.v13i02.1256

Abstract

Jerawat merupakan suatu kelainan kulit yang salah satunya disebabkan oleh bakteri Propionibacterium acnes. Salah satu bahan yang dapat dimanfaatkan sebagai produk antibakteri adalah minyak jintan hitam (Nigella sativa L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antibakteri sediaan krim dari minyak jintan hitam terhadap bakteri P. acnes dengan metode sumuran. Konsentrasi minyak jintan hitam dalam pembuatan krim antijerawat tipe M/A sebesar 5, 10, dan 20%. Krim antijerawat merk X digunakan sebagai kontrol positif. Pembuatan krim dilakukan dengan metode peleburan. Evaluasi sediaan meliputi pemeriksaan organoleptis (bau, warna, bentuk serta homogenitas), pengujian daya sebar, daya lekat, viskositas, pH, dan antibakteri. Analisis data menggunakan uji anova satu arah dan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krim antijerawat tipe M/A memenuhi persyaratan homogenitas, daya sebar krim yang baik (5-7 cm), pH krim yang baik (4,5-6,5), dan hanya Formula IV yang memenuhi persyaratan viskositas krim yang baik (4000-40.000 cPs). Namun, krim tidak memenuhi persyaratan daya lekat krim yang baik (
Formulasi, Evaluasi Sifat Fisik, dan Uji Efektivitas Tabir Surya Losion Ekstrak Buah Jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) Zainur Rahman Hakim; Puteri Khazizah Isnaini; Erza Genatrika
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 17 No. 01 Juli 2020
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pharmacy.v17i1.9011

Abstract

Angka kejadian kanker kulit yang dijumpai di Indonesia cukup tinggi sekitar 5,9-7,8%. Salah satu penyebabnya adalah paparan sinar UV berlebihan pada kulit. Dengan demikian diperlukan adanya suatu produk yang dapat melindungi kulit dari bahaya sinar UV. Pada penelitian terdahulu buah jamblang dilaporkan memiliki nilai faktor perlindungan terhadap matahari (sun protection factor/SPF) yaitu 2,278±0,25% yang berpotensi untuk dibuat sediaan tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula losion ekstrak buah jamblang (Syzygium cumini (L.) Skeels) yang kemudian diuji karakteristik fisik dan efektivitas tabir surya dari produk tersebut. Buah jamblang kering dihaluskan dan diayak pada 40/60 mesh sehingga didapatkan serbuk simplisia dan dihitung rendemennya. Sebanyak 100 g serbuk diekstraksi dengan metode remaserasi dalam pelarut etanol 70% selama 3x24 jam dan ditambahkan secukupnya HCl 37% hingga pH 1. Maserat kemudian disaring dan dipekatkan dengan rotary evaporator sampai diperoleh ekstrak kental. Formulasi losion ekstrak buah jamblang dibuat dengan metode continental. Dilakukan pengujian terhadap sifat fisik losion meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, daya sebar, dan kemampuan tabir surya. Rendemen ekstrak buah jamblang sebesar 18,10%. Hasil pengamatan organoleptis menunjukkan warna ekstrak merah keunguan yang menunjukkan adanya antosianin pada lempeng KLT dengan hRf 16 dan berwarna mauve. Formula losion yang dihasilkan homogen dengan pH 6-7 dan viskositas 5460-4840 cP. Daya sebar dan daya lekat belum memenuhi persyaratan yaitu >7. Nilai SPF dari ekstrak buah jamblang menurun setelah dibuat sediaan losion.
Citrula Gel dari Limbah Kulit Buah Semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) sebagai Antijerawat (Acne vulgaris) Yola Anggraeni; Tika Ambarwati; Irmas Miranti; Erza Genatrika
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia) Jurnal Pharmacy, Vol. 16 No. 01 Juli 2019
Publisher : Pharmacy Faculty, Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.705 KB) | DOI: 10.30595/pharmacy.v16i1.2964

Abstract

Jerawat  didefinisikan  sebagai  peradangan  kronik  dari  folikel  polisebasea  yang disebabkan  oleh  beberapa  faktor  dengan  gambaran  klinis  yang  khas.  Salah  satu tanaman  yang  dapat  mengatasi  jerawat  yaitu semangka.  Kulit buah semangka (Citrullus lanatus (Thunb.) Matsum & Nakai) memiliki   senyawa antibakteri di antaranya  alkaloid,  fenol,  saponin,  dan  terpenoid.  Dalam penelitian ini ekstrak limbah  kulit  buah semangka diformulasikan   dalam   sediaan   gel.   Tahap   penelitian   yang menggunakan  rancangan  acak  lengkap ini meliputi  penyiapan  dan  pengumpulan simplisia   limbah   kulit   buah   semangka,   ekstraksi,   uji kandungan senyawa, formulasi gel, evaluasi sifat fisik sediaan gel, dan uji aktivitas antibakteri  terhadap  bakteri  Propionibacterium acnes  dan  Staphylococcus  aureus. Ekstraksi yang dilakukan adalah dengan menggunakan metode maserasi dengan penyari kloroform. Uji kandungan senyawa dilakukan dengan menggunakan metode penapisan fitokimia meliputi uji alkaloid, uji triterpenoid, uji fenol, dan uji saponin. Ekstrak kulit buah semangka dengan konsentrasi 5, 10, dan 15% kemudian diformulasikan dengan carbopol 940 dan dilanjutkan dengan evaluasi sifat fisik gel, di antaranya uji organoleptis, uji homogenitas, uji daya sebar, uji daya lekat, uji pH, dan uji viskositas. Uji aktivitas antibakteri dari formulasi ekstrak kulit buah semangka dilakukan dengan menggunakan metode difusi agar. Hasil formulasi terbaik pada formulasi gel menghasilkan gel yang homogen, lekat, menyebar, pH yang cocok dengan kulit, dan memiliki viskositas yang cukup baik. Hasil terbaik dari zona hambat uji antibakteri pada bakteri Propionibacterium acnes yaitu 5,23 mm dan pada bakteri Staphylococcus  aureus yaitu 5,80 mm.
Physical Stability of Commonly Used Medication Administered by Parenteral Nutrition Admixtures in Hospital: A Systematic Review Erza Genatrika
Journal of Global Pharma Technology Volume 12 Issue 06 (2020) June 2020
Publisher : Journal of Global Pharma Technology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Inpatients requiring parenteral nutrition (PN) often need to receive intravenous medication, but physical instability can occur between medications and PN. This review aimed to bring together the available literature on the physical stability of medication with PN used in hospitals. Methods: We conducted a systematic electronic literature search of PubMed, Science Direct, and SpringerLink during the period 2009-2019 for all English language research publications evaluating the physical stability of commonly used medication administered by PN in hospital. Results: Out of 88 studies, 7 studies selected for this review. From all studies conducted in this review found 14 combinations of drugs that are not compatible with PN admixtures, including levetiracetam, albumin, amoxicillin, cefepime, esomeprazole, fluorouracil, pantoprazole, tropics, trace elements, vitamins, and vancomycin. For adding medications directly to the PN solution, specific criteria should be considered, such as physicochemical properties of the ingredients and drug concentration. Conclusion: The stability of IV medications and PN is an important concern in delivering safe and effective medication and nutritional therapy. The role of healthcare professionals is needed to avoid this incident so that patient safety can be guaranteed. Keywords: Parenteral nutrition, Drug, Medication, Stability, Physical.