Status gizi balita merupakan aspek penting yang perlu mendapat perhatian karena memengaruhi pertumbuhan, perkembangan, dan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita di TPMB Iim Desa Wangunharja, Bekasi, tahun 2025. Penelitian menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak balita usia 0–60 bulan yang berkunjung ke TPMB Iim, dengan teknik total sampling sebanyak 110 responden. Variabel bebas meliputi usia balita, pendidikan ibu, pekerjaan ibu, status ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi, dan pengetahuan ibu, sedangkan variabel terikat adalah status gizi balita. Analisis data menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan status gizi balita meliputi usia balita (p=0,024; OR=3,615), pendidikan ibu (p=0,000; OR=36,202), pekerjaan ibu (p=0,007; OR=3,386), status ekonomi (p=0,000; OR=2,347), asupan makan (p=0,000; OR=7,232), penyakit infeksi (p=0,000; OR=51,881), dan pengetahuan ibu (p=0,000; OR=18,979). Simpulan, terdapat hubungan signifikan antara faktor usia, pendidikan, pekerjaan, ekonomi, asupan makan, penyakit infeksi, serta pengetahuan ibu dengan status gizi balita. Peningkatan edukasi gizi dan pencegahan penyakit infeksi diharapkan dapat menurunkan prevalensi gizi kurang pada balita.
Copyrights © 2025