Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur biaya dan kelayakan usahatani melon rakyat di Desa Klatakan, Kecamatan Kendit, Kabupaten Situbondo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Populasi penelitian terdiri dari 40 petani melon, dengan sampel 30 orang yang ditentukan melalui stratified random sampling berdasarkan luas lahan. Data primer diperoleh melalui wawancara menggunakan kuesioner, sedangkan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis dilakukan terhadap biaya produksi, penerimaan, pendapatan, dan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio). Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi usahatani melon sebesar Rp43.368.472/ha, dengan porsi terbesar berasal dari biaya variabel (98,74%). Rata-rata penerimaan petani melon sebesar Rp87.450.826/ha, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp44.082.354/ha. Nilai R/C Ratio sebesar 2,01 mengindikasikan bahwa usahatani melon di Desa Klatakan layak secara ekonomis untuk diusahakan, karena setiap pengeluaran Rp1.000 mampu menghasilkan penerimaan sebesar Rp2.010 atau keuntungan bersih Rp1.010. Dengan demikian, usahatani melon rakyat di Desa Klatakan berprospek baik untuk dikembangkan sebagai sumber pendapatan petani, meskipun efisiensi biaya variabel perlu ditingkatkan untuk memperkuat keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025