Penelitian ini membahas filosofi manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan dalam konteks Sekolah Minggu, dengan fokus khusus pada pelaksanaan di Gereja Masehi Injilli Di Timor (GMIT) Jemaat Efata Sagulung, Batam. Sekolah Minggu sebagai bentuk pendidikan nonformal di lingkungan gereja memiliki peranan penting dalam membentuk karakter iman anak sejak usia dini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana prinsip-prinsip Kekristenan seperti kasih, keteladanan, pelayanan, dan tanggung jawab diintegrasikan ke dalam sistem manajemen pendidikan Sekolah Minggu, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai landasan teoritis dan refleksi terhadap praktik nyata yang berlangsung di lingkungan gereja lokal. Hasil kajian menunjukkan bahwa Sekolah Minggu yang menerapkan prinsip kasih dan pelayanan dalam manajemennya memiliki partisipasi anak dan orang tua yang lebih tinggi. Guru yang memahami manajemen berbasis nilai Kekristenan lebih mampu menciptakan suasana pembelajaran yang inklusif dan menyentuh kehidupan anak. Beberapa kendala umum di Sekolah Minggu adalah kurangnya pelatihan bagi guru, tidak adanya evaluasi berkelanjutan, serta minimnya integrasi nilai Kekristenan dalam perencanaan program. Penerapan filosofi manajemen berbasis Kekristenan membantu mengatasi konflik internal dan memperkuat identitas spiritual pengajar dan peserta. Artikel ini menegaskan bahwa manajemen pendidikan berbasis nilai-nilai Kekristenan tidak hanya mendukung efektivitas pengelolaan pelayanan anak, tetapi juga memperkuat panggilan gereja dalam mendidik generasi yang beriman dan berintegritas. Kata kunci: Manajemen Pendidikan, Nilai-nilai Kekristenan, Sekolah Minggu
Copyrights © 2025