Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan di Indonesia telah mengalami berbagai perbaikan sejak diluncurkan pada 1 Januari 2014, termasuk sistem pembayaran klaim berbasis Indonesia Case Based Groups (INA-CBGs). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas verifikasi klaim BPJS Kesehatan antara rawat jalan dan rawat inap di RSJD Surakarta pada tahun 2022. Metode yang digunakan adalah desain deskriptif kuantitatif dengan analisis data klaim dari laporan resmi rumah sakit. Hasil menunjukkan bahwa klaim rawat jalan jauh lebih dominan dibandingkan rawat inap, dengan total 22.155 klaim rawat jalan dan 2.430 klaim rawat inap. Dari total klaim rawat jalan, 94,4% dinyatakan layak, sedangkan 5,6% dalam status pending. Untuk klaim rawat inap, 95,7% dinyatakan layak, dan 4,0% dalam status pending. Tidak ada klaim yang dinyatakan tidak layak atau mengalami dispute pada kedua kategori. Meskipun klaim rawat inap menunjukkan tingkat kelayakan yang sedikit lebih tinggi, klaim rawat jalan memiliki persentase klaim pending yang lebih tinggi, mengindikasikan perlunya peningkatan efisiensi dalam proses verifikasi klaim rawat jalan. Penelitian ini menyarankan peningkatan teknologi dan pelatihan staf untuk memperbaiki efisiensi verifikasi klaim dan mengurangi klaim pending, guna meningkatkan kepuasan pasien dan efisiensi operasional rumah sakit.
Copyrights © 2024