Pendidikan memainkan peran sentral dalam membentuk karakter generasi muda di era pendidikan yang kompleks. Artikel ini mengulas dampak model pendidikan di SMP Muhammadiyah 10 Surakarta, yang mengombinasikan pemisahan gender dan pendekatan adab. Program unggulan ini, dimulai pada tahun 2006, bertujuan meningkatkan dimensi spiritual, moral, dan akademik siswa. Dengan memisahkan siswa berdasarkan jenis kelamin dan mengintegrasikan nilai-nilai adab Islam, sekolah ini berupaya menciptakan lingkungan belajar holistik. Penelitian ini menggali implementasi model pendidikan tersebut dengan fokus pada dampak terhadap perilaku, semangat belajar, dan karakter siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus, melibatkan observasi partisipatif dan wawancara dengan stakeholder terkait. Hasilnya menunjukkan keberhasilan program dalam meningkatkan disiplin dan semangat belajar, meskipun menghadapi tantangan bersaing dan dinamika internal. Meskipun pemisahan kelas berdasarkan gender memengaruhi pola komunikasi siswa, prestasi akademis dipengaruhi oleh motivasi, dedikasi, dan dukungan keluarga. Evaluasi siswa dan situasi ujian menjadi tantangan dalam implementasi program ini. Meskipun demikian, program ini menjadi contoh bagaimana pendekatan holistik dapat membawa dampak positif yang besar dalam dunia pendidikan.
Copyrights © 2023