Dalam usaha peningkatan produksi padi, faktor-faktor lingkungan yang ada di sekitar tanaman perlu diperhatikan. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas padi yaitu jumlah dan kualitas air yang dialirkan harus disesuaikan dengan kebutuhan padi. Kandungan oksigen yang terdapat dalam air juga perlu diperhatikan karena kebutuhannya untuk proses metabolisme dan pertumbuhan padi. Selain itu, faktor lingkungan lain seperti evapotranspirasi tanaman, suhu, kelembapan, dan konduktivitas listrik tanah juga dapat mempengaruhi produktivitas padi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model hubungan antara tinggi muka air, oksigen terlarut, evapotranspirasi tanaman dengan produktivitas padi dengan Jaringan Saraf Tiruan (JST). Model JST digunakan untuk membantu memodelkan kompleksitas pengaruh faktor-faktor lingkungan tersebut sebagai input terhadap produktivitas padi sebagai output. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 4 skenario perlakuan berdasarkan tinggi muka air, sistem pengaliran irigasi, dan penggunaan teknologi ultra fine bubble untuk meningkatkan oksigen terlarut. Hasil pemodelan JST menunjukkan bahwa model yang dikembangkan mampu menduga pertumbuhan tanaman dengan dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 0,9991. Hasil ini menunjukkan bahwa model dapat digunakan dan dapat dijadikan acuan untuk optimasi sistem irigasi berdasarkan faktor lingkungan
Copyrights © 2024