Neuroedukasi merupakan pendekatan interdisipliner yang menggabungkan prinsip neurosains, psikologi, dan pendidikan guna meningkatkan efektivitas pembelajaran. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, penerapan pendekatan berbasis neurosains dapat membantu meningkatkan kompetensi berbahasa siswa dengan memahami bagaimana otak memproses bahasa, membentuk memori, dan mengoptimalkan kognisi dalam belajar. Artikel ini mengeksplorasi konsep neuroedukasi serta bagaimana penerapannya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat meningkatkan pemahaman, retensi informasi, dan motivasi belajar siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan menganalisis berbagai sumber akademik mengenai neurosains dan pendidikan bahasa. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi berbasis neuroedukasi, seperti pendekatan multisensori, pembelajaran kontekstual, dan teknik mindfulness, dapat meningkatkan fokus, keterlibatan, dan pemahaman siswa dalam berbahasa. Dengan demikian, implementasi neuroedukasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat menjadi solusi inovatif untuk menciptakan proses belajar yang lebih efektif dan berorientasi pada kebutuhan siswa. Diharapkan dengan memahami bagaimana otak bekerja dalam memproses bahasa, pendidik dapat merancang metode yang lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik.
Copyrights © 2025