Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap pembelajaran daring dan luring dalam matakuliah Teori Bilangan, mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan masing-masing model pembelajaran, serta mengevaluasi tingkat pemahaman dan interaksi mahasiswa. Pendekatan yang digunakan adalah mix-method dengan kombinasi kuantitatif deskriptif dan kualitatif. Instrumen penelitian berupa angket tertutup berbasis skala Likert dan skala penilaian, serta pertanyaan terbuka reflektif. Sampel penelitian terdiri dari 43 mahasiswa program studi Pendidikan Matematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Mahasiswa memiliki persepsi lebih positif terhadap pembelajaran luring dibandingkan daring, terutama dalam aspek pemahaman, motivasi belajar, dan interaksi. Luring dinilai lebih efektif dalam mendukung pembelajaran konsep abstrak seperti Teori Bilangan, (2) Pembelajaran luring unggul dalam interaksi langsung, diskusi aktif, dan fokus belajar, sedangkan daring menghadapi kendala interaksi dan teknis. Meski demikian, pembelajaran daring tetap unggul dalam fleksibilitas dan mendorong kemandirian belajar, dan (3) Mahasiswa memberikan penilaian lebih tinggi terhadap luring pada aspek pemahaman dan interaksi. Mayoritas memilih skala tertinggi untuk luring, menunjukkan tatap muka tetap menjadi pendekatan efektif untuk matakuliah berbasis konsep abstrak. Temuan ini merekomendasikan penerapan model blended learning untuk mengoptimalkan keunggulan dari kedua metode pembelajaran.
Copyrights © 2025