Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis learning analytics dalam menilai tingkat literasi digital siswa sekolah dasar, mencakup kemampuan akses informasi digital, evaluasi informasi, pemanfaatan teknologi digital, dan etika digital. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan teknik total sampling melibatkan 16 siswa kelas VI SD Inpres Puro'ro tahun ajaran 2024/2025. Pengumpulan data dilakukan melalui angket literasi digital menggunakan skala Likert empat poin, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan pendekatan learning analytics. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas siswa (68,75%) memiliki tingkat literasi digital tinggi dengan skor rata-rata 39,75 (82,81%). Berdasarkan dimensi, etika digital memperoleh skor tertinggi (84,90%), diikuti evaluasi informasi digital (83,85%), akses informasi digital (82,29%), dan pemanfaatan teknologi digital (79,17%). Learning analytics mengidentifikasi kekuatan literasi digital pada kemampuan menggunakan mesin pencari (89,06%) dan kesadaran terhadap berita palsu (87,50%), sedangkan kelemahan pada partisipasi diskusi online dan akses perpustakaan digital (masing-masing 75,00%). Pendekatan learning analytics berimplikasi pada personalisasi program literasi digital, prioritas pengembangan berdasarkan identifikasi kelemahan, pengembangan asesmen komprehensif, dan pentingnya kolaborasi multi-stakeholder dalam pengembangan literasi digital di tingkat sekolah dasar.
Copyrights © 2025