Penelitian ini bertujuan mengkaji tradisi Tammu Taung di Pulau Pajenekang dalam perspektif hukum Islam dengan menelaah pandangan ulama kontemporer serta relevansinya terhadap maqāṣid al-sharī‘ah dan konsep maslahah mursalah. Penelitian ini merupakan studi lapangan dengan pendekatan teologis normatif. Data primer diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder dihimpun dari literatur ilmiah relevan. Analisis dilakukan melalui reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Tammu Taung mengandung nilai ilahiyah, sosial, dan patriotisme, yang diekspresikan melalui ritual keagamaan, zikir, pembacaan barzanji, serta pemberian makanan manis sebagai simbol rasa syukur dan solidaritas. Tradisi ini berperan sebagai media pelestarian budaya sekaligus penguatan identitas keislaman masyarakat pesisir. Dalam perspektif hukum Islam, tradisi ini tidak bertentangan dengan prinsip syariat, sebab memenuhi unsur kemaslahatan dalam aspek jiwa, sosial, dan ekonomi. Secara ‘urf, praktik ini termasuk dalam kategori ‘urf sahih yang telah membudaya secara turun-temurun dan memberikan manfaat kolektif. Tradisi Tammu Taung mencerminkan sinkronisasi antara adat dan ajaran Islam, sekaligus menjadi strategi kultural dalam merawat spiritualitas komunitas. Kajian ini menegaskan bahwa pelestarian tradisi lokal dapat berjalan selaras dengan prinsip hukum Islam selama tidak mengandung unsur penyimpangan akidah dan syariah
Copyrights © 2025