Dispepsia merupakan gangguan pencernaan umum yang dapat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup seperti pola makan, aktivitas fisik, merokok, dan stres. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor-faktor gaya hidup tersebut dengan kejadian dispepsia pada remaja di masyarakat Desa Sei Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdang Bedagai. Penelitian kuantitatif dengan desain potong lintang ini dilakukan terhadap 368 responden yang dipilih secara acak sederhana. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square pada tingkat signifikansi 0,05. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara pola makan (p=0,063), olahraga (p=0,290), merokok (p=0,136), atau stres (p=0,832) dengan kejadian dispepsia. Temuan ini menunjukkan bahwa faktor-faktor lain, seperti jenis makanan, kualitas tidur, kesehatan mental, atau riwayat medis, mungkin berperan lebih signifikan dalam memengaruhi timbulnya dispepsia. Kesimpulannya, faktor-faktor gaya hidup yang diteliti tidak memengaruhi dispepsia secara signifikan pada populasi ini. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi variabel tambahan guna memperkuat strategi pencegahan berbasis bukti.
Copyrights © 2025