Penelitian ini menganalisis pengalaman pekerja migran perempuan asal Jawa Timur pada periode 1990-2023 melalui pendekatan interseksionalitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman diskriminasi berbasis gender, status migran, dan representasi media terhadap kondisi pekerja migran perempuan. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan 10 pekerja migran perempuan yang telah kembali. Analisis dilakukan menggunakan pendekatan tematik dengan bantuan perangkat lunak NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diskriminasi gender, status non-prosedural, dan stereotip budaya menjadi tantangan utama yang dihadapi pekerja migran perempuan. Dalam kerangka interseksionalitas, penelitian ini menemukan beberapa aspek baru berdasarkan temuan wawancara: 4 aspek baru dalam interseksionalitas representasi, 6 aspek baru dalam interseksionalitas politik, dan 7 aspek baru dalam interseksionalitas struktural. Kebijakan yang ada belum sepenuhnya responsif terhadap kebutuhan spesifik mereka, sedangkan jalur non-prosedural sering kali meningkatkan risiko eksploitasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa reformasi sistem tata kelola migrasi yang berperspektif gender sangat penting untuk meningkatkan perlindungan dan pemberdayaan pekerja migran perempuan
Copyrights © 2025