Kebijakan keamanan nasional dibawah kepemimpinan Presiden Nayib Bukele sejak tahun 2019 berhasil merubah kondisi keamanan di El Salvador. Penelitian ini akan membahas dampak dari strategi militerisasi keamanan nasional karena kekerasan geng MS-13 dan Barrio 18 terhadap hak asasi manusia (HAM). Penangkapan massal anggota geng saat penetapan keadaan darurat negara melanggar prinsip-prinsip HAM yang menghilangkan aspek penting dari keamanan manusia serta menciptakan sebuah ilusi keamanan. Metode yang digunakan ialah metode kualitatif melalui pendekatan deskriptif lewat studi literatur. Hasil penelitian ini adalah mengkaji ulang kebijakan keamanan Bukele yang menimbulkan dilema pengabaian terhadap hak-hak individu yang seharusnya dilindungi dalam konteks keamanan nasional. Kebijakan yang diterapkan oleh Bukele berhasil mengurangi angka kekerasan geng, tetapi juga menciptakan lingkungan yang represif bagi masyarakat El Salvador
Copyrights © 2025