Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi dan hambatan yang dihadapi pada implementasi program pembinaan kepribadian melalui Pendirian Pondok Pesantren Daarut Tawabiin di Lapas Kelas IIB Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan melalui wawancara, dokumentasi, dan observasi. Berdasarkan penelitian, didapati bahwa Lapas Kelas IIB Purwakarta telah berhasil melakukan inovasi guna memberikan pembinaan kepribadian kepada narapidana melalui pendirian Pondok Pesantren Daarut Tawabin yang telah mendapat izin operasional dari Kementerian Agama. Parameter keberhasilan implementasi program pembinaan kepribadian melalui Pondok Pesantren Daarut Tawabiin tersebut dapat dilihat dari adanya keterkaitan antara 3 dimensi, yaitu: program, organisasi, dan pemanfaat. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa hal yang harus diperbaiki guna mengoptimalkan implementasi program pembinaan kepribadian melalui Pondok Pesantren Daarut Tawabin, yaitu: Kurangnya kapasitas SDM, ketersediaan anggaran yang minim, kurangnya Pemenuhan sarana dan prasarana, serta diperlukannya pembaruan kurikulum.Kata kunci: Lapas, Narapidana, Pondok Pesantren
Copyrights © 2025