Berawal dari ketidakpahaman peserta didik tentang menentukan persentase untung atau rugi. Peserta didik mengalami kesulitan dalam menghubungkan konsep persentase dengan situasi nyata, sehingga pembelajaran menjadi kurang bermakna. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan lintasan belajar menggunakan pendekatan PMRI dengan konteks menjual new math pempek untuk membantu peserta didik memahami konsep persentase untung dan rugi secara lebih mendalam. Penelitian ini melibatkan 25 siswa di MTs Darul Ulum dan menggunakan metode penelitian desain: preliminary design, experimental design, dan retrospective analysis. Data dianalisis secara retrospektif melalui jawaban lembar kerja siswa, video, dokumentasi berupa foto, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini adalah lintasan belajar yang terdiri dari tiga kegiatan: (1) memperkirakan dan menghitung persentase keuntungan, (2) memperkirakan dan menghitung persentase kerugian, dan (3) menyelesaikan masalah persentase keuntungan dan kerugian yang lebih rumit. Dengan menggunakan pendekatan kontekstual, siswa lebih tertarik dan percaya diri dalam memahami materi, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna. It all started with students' lack of understanding of determining profit or loss percentages. Students had difficulty connecting the concept of percentages to real-life situations, making learning less meaningful. This study aimed to create a learning trajectory using the PMRI approach in the context of selling New Math Pempek to help students understand the concept of profit and loss percentages more deeply. This study involved 25 students at MTs Darul Ulum and employed design research methods, including preliminary design, experimental design, and retrospective analysis. Data were analyzed retrospectively through student worksheet answers, videos, photo documentation, and interviews. The results of this study were a learning trajectory consisting of three activities: (1) estimating and calculating profit percentages, (2) estimating and calculating loss percentages, and (3) solving more complex profit and loss percentage problems. By adopting a contextual approach, students became more engaged and confident in understanding the material, thereby making learning more meaningful.
Copyrights © 2025