Masa remaja merupakan masa yang rawan berkaitan dengan penyalahgunaan zat adiktif inhalan atau perilaku ngelem yang berpotensi menimbulkan ketergantungan, namun pada kenyataan terdapat remaja mampu lepas dari ketergantungan menghirup lem. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang bertujuan untuk mendeskripsikan dinamika psikologis remaja yang berhenti ngelem. Jumlah responden sebanyak satu remaja laki-laki yang telah berhenti ngelem dan dua significant others dari responden penelitian. Pengambilan data menggunakan teknik wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa faktor pendukung berhenti ngelem adalah karena banyaknya kasus remaja yang meninggal akibat ngelem, dukungan teman dan ancaman orang tua. Strategi responden berhenti ngelem yaitu menjauhi teman yang ngelem dan pengalihan ketergantungan lem. Dampak yang dirasakan saat berhenti ngelem adalah badan terasa sehat, tidak mudah lelah dan badan lebih berisi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi remaja yang berkeinginan untuk berhenti ngelem.
Copyrights © 2025