Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran resiliensi pada warga binaan pemasyarakatan remaja yang terlibat kasus narkoba di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tangerang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 106 partisipan berusia 16-21 tahun. Data dikumpulkan menggunakan kuisioner Resilience Quotient Test yang telah disesuaikan dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat resiliensi peserta cenderung lebih tinggi daripada yang diperkirakan sebelumnya, dengan semua dimensi resiliensi menunjukkan nilai mean empirik yang lebih besar dari 2,5. Meskipun rata-rata skor resiliensi tinggi, variasi yang besar pada setiap dimensi menunjukkan adanya keragaman dalam tingkat resiliensi antar peserta. Analisis Kruskal-Wallis yang dilakukan untuk menguji perbedaan resiliensi berdasarkan usia menunjukkan hasil p-value sebesar 0,960, yang berarti tidak ada perbedaan signifikan dalam resiliensi antara kelompok usia yang dianalisis.
Copyrights © 2024