Salah satu bentuk kemudahan dari perkembangan teknologi digital yaitu, pinjaman online. Pinjaman online digunakan karena kemudahan syarat yang diberikan dan pencairan dana yang instan. Fenomena pinjaman online juga diiringi dengan kasus gagal bayar. Salah satu kondisi psikologis yang muncul dari gagal bayar pinjaman online yaitu, learned helplessness. Learned helplessness atau ketidakberdayaan yang dipelajari merupakan suatu kondisi di mana seseorang cenderung pasif dan merasa tidak mampu melakukan apa-apa. Faktor penting dalam mengelola pinjaman adalah debitur harus merasa percaya diri dan mampu mengendalikan keuangan pribadi mereka selama proses peminjaman dan pelunasan pinjaman. Rasa percaya diri dan kendali tersebut dapat diartikan sebagai efikasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara efikasi diri dengan learned helplessness pada debitur gagal bayar pinjaman online. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan korelasional dan menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan untuk mengukur variabel dalam penelitian ini adalah General Self-Efficacy Scale (GSES) dan Learned Helplessness Scale (LHS). Kedua alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini telah diadaptasi ke bahasa Indonesia dan dimodifikasi sesuai konteks penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan negatif efikasi diri dengan learned helplessness pada debitur gagal bayar pinjaman online.
Copyrights © 2024