Limbah industri tekstil terutama batik biasanya mengandung senyawa toksik bagi lingkungan, yaitu logam berat kromium (Cr) yang berasal dari penggunaan zat pewarna selama proses produksi. Logam berat tersebut biasanya berasal dari zat pewarna dan zat mordan yang merupakan pengikat zat warna. Sifat logam berat kromium heksavalen yang toksik menjadi perhatian utama untuk diolah agar tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh pH air limbah, dan waktu kontak sinar tampak terhadap penyisihan logam berat kromium heksavalen. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis efektivitas TiO2 NPs hasil sintesis hijau dari ekstrak daun papaya sebagai katalis yang berperan dalam menurunkan kadar logam berat Kromium Heksavalen. Penelitian dilakukan secara batch dengan massa NPs 0,15 gr untuk 250 mL air limbah, serta variasi pH 3 dan 4, dan variasi waktu kontak 60, 120, 180, 240 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan waktu kontak mempengaruhi hasil persentase penyisihan kromium heksavalen menjadi lebih tinggi. Penyisihan tertinggi dihasilkan dari waktu kontak 240 menit dengan hasil persentase penyisihan 99%. Variasi pH menunjukkan bahwa pH rendah memiliki efektifitas dalam menurunkan konsentrasi. pH air limbah yang optimal berada pada pH 3 dengan efisiensi penyisihan hingga 99%.
Copyrights © 2025