Dominasi paradigma Barat yang sekuler telah menciptakan dikotomi antara ilmu dan agama, sehingga memunculkan disorientasi intelektual dan krisis epistemologis dalam dunia Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis konsep Islamisasi ilmu menurut Syed Naquib al-Attas dan Ismail Raji al-Faruqi sebagai respons terhadap tantangan sains modern. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi kepustakaan, penelitian ini menelaah karya primer kedua tokoh dan literatur sekunder untuk mengkaji gagasan mereka secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa al-Attas menekankan pendekatan filosofis-ontologis yang berfokus pada pemulihan adab serta internalisasi nilai-nilai Islam, sementara al-Faruqi menawarkan metodologi struktural dengan dua belas langkah sistematis berbasis prinsip tauhid untuk mengintegrasikan disiplin modern dengan khazanah Islam. Kedua pemikiran ini memiliki keunggulan dan keterbatasan, namun sintesis keduanya menghadirkan paradigma komprehensif yang tidak hanya merekatkan kembali ilmu dan agama, tetapi juga menyediakan kerangka epistemologis bagi pembaruan pendidikan dan peradaban Islam di era global
Copyrights © 2025