Penelitian ini menelusuri faktor bunuh diri pada remaja dengan tujuan mengintegrasikan psikologis, keluarga, dan sosial. Metode kajian literatur enam jurnal terkait risiko bunuh diri pada usia remaja. Hasil menunjukkan depresi, kecemasan, stres saling memperkuat sehingga remaja kehilangan harapan dan menganggap bunuh diri pelarian; ketidakhadiran figur ayah, disharmoni keluarga, kerentanan kepribadian, isolasi sosial memperdalam kesepian dan menurunkan harga diri, meningkatkan kecanduan internet dan risiko; rendahnya harga diri berkorelasi dengan intensitas pikiran mengakhiri hidup, sedangkan resiliensi berfungsi sebagai pelindung yang harus diperkuat melalui dukungan sosial, kecerdasan emosional, dan koping adaptif. Simpulan menekankan pendekatan holistik untuk merancang intervensi pencegahan efektif dan empatik.
Copyrights © 2025