Penelitian ini ditujukan untuk menganalisa karakteristik peserta didik di SDN Ciracas. Pendidikan inklusi mulai diterapkan di kurikulum Merdeka saat ini dikarenakan kita harus menyelaraskan anak berkebutuhan khusus dengan anak normal. Namun, ada beberapa anak yang mendiskriminasi anak berkebutuhan khusus sehingga anak tersebut menjadi kurang minat untuk menuntut Pendidikan. Sehingga guru harus berpikir kreatif untuk menyelaraskan kedua anak dalam satu kelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif metode deskriptif dengan Teknik samping jenis purposive sampling. Subjek pada penelitian ini yaitu kepala sekolah dan objek pada penelitian ini yaitu siswa berkebutuhan khusus di kelas1-6 di SDN Ciracas. Terdapat 16 peserta didik yang berkebutuhan khusus di sekolah tersebut. Walaupun pihak sekolah belum dapat menyediakan fasilitas untuk anak berkebutuhan khusus di sekolah, mereka tetap melayani anak- anak tersebut dengan baik dan memberikan pelayanan yang khusus. Para guru sudah mulai menjalani pelatihan khusus Pendidikan inklusi. Sehingga anak berkebutuhan yang ada di sekolah tersebut dapat melakukan pembelajaran dengan aman dan nyaman.
Copyrights © 2025