Perkembangan teknologi yang pesat di era disrupsi mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi digital, termasuk di industri manufaktur otomotif. PT. Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) sebagai salah satu perusahaan manufaktur otomotif menghadapi tantangan dalam meningkatkan desain aplikasi procurement untuk mendukung komunikasi dengan supplier. Aplikasi ini mengalami berbagai keluhan terkait desain antarmuka yang kurang menarik, struktur yang sulit dipahami, efisiensi rendah, minim feedback, serta kurangnya inovasi dan kesegaran desain.Penelitian ini bertujuan untuk merancang ulang antarmuka pengguna (UI) dan pengalaman pengguna (UX) aplikasi procurement TMMIN menggunakan pendekatan Design Thinking. Metode ini terdiri dari lima tahap: Empathy, Define, Ideate, Prototype, dan Test, yang berfokus pada kebutuhan pengguna. Evaluasi dilakukan menggunakan metode User Experience Questionnaire (UEQ) yang mencakup enam aspek: daya tarik, keberjelasan, efisiensi, ketergantungan, stimulasi, dan orisinalitas.Hasil penelitian menghasilkan desain antarmuka baru yang lebih menarik, efisien, mudah dipahami, serta memberikan pengalaman pengguna yang lebih optimal. Selain itu, penelitian ini memberikan manfaat praktis bagi tim pengembang aplikasi TMMIN dalam menghadirkan inovasi desain berbasis kebutuhan pengguna, serta menjadi panduan dalam pengembangan UI/UX dengan pendekatan Design Thinking.
Copyrights © 2025