Saat ini masih banyak anak yang berperilaku buruk, belum dapat membedakan mana yang baik dan buruk sehingga kurangnya sopan santun terhadap orang lain. Begitu juga di RA As-Sa’aadah seperti berkata kasar, tidak menghargai teman, maka peneliti memilih kisah nabi yang memiliki pesan moral serta menarik untuk diterapkan pada pembelajaran untuk mencapai tujuan meningkatkan moral agama anak, adapaun tujuan dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan moral agama anak kelompok B di RA As-Sa’aadah melalui kisah nabi menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas dengan desain Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian adalah anak kelompok B RA As-Sa’aadah. Data di kumpukan melalui observasi, kemudian di kaji untuk data deskriptif kuantitatif dalam bentuk rumus persentase. Hasil peneltian menunjukan bahwa adanya peningkatkan kecerdasan agama dan moral anak, dimana sebelum tindakan (pra siklus) yakni 41% dengan kriteria mulai berkembang, meningkat pada siklus I menjadi 56,52% dengan kriteria berkembang sesuai harapan, dan meningkat kembali pada siklus II sebesar 73,66% dengan kriteria berkembang sesuai harapan mendekati kriteria berkembang sangat baik. Maka dapat disimpukan bahwa melalui kisah nabi dapat meningkatkan kecerdasan moral agama kelompok B di RA As-Sa’aadah. Many children continue to face difficulties in distinguishing between appropriate and inappropriate behavior, often resulting in a lack of manners toward others. A similar condition was observed at RA As-Sa’aadah, where some children spoke rudely and showed limited respect for their peers. To address this issue, Prophet stories containing moral values were used as engaging learning media to foster children’s religious and moral intelligence. This study aimed to improve the moral intelligence of Group B children at RA As-Sa’aadah through the use of Prophet stories, applying Classroom Action Research (CAR) with the Kemmis and McTaggart design. The participants were Group B students, with data collected through observation and analyzed using descriptive quantitative techniques with percentage formulas. The results indicated notable improvements in children’s religious and moral intelligence. Before the intervention (pre-cycle), the percentage was 41% with the criterion “beginning to develop.” In Cycle I, it increased to 56.52% with the criterion “developing as expected.” In Cycle II, it rose to 73.66%, approaching the criterion “developing very well.” These findings demonstrate that Prophet stories can serve as an effective strategy to enhance young children’s religious and moral intelligence at RA As-Sa’aadah.
Copyrights © 2025